<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5256079239104749292\x26blogName\x3dJotyabetta+News\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://jotyabettanews.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://jotyabettanews.blogspot.com/\x26vt\x3d-4981344487462079032', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Tuesday, January 13, 2009
Wawancara dengan Tabloid Agrina
Hari ini cuaca sangat tidak bersahabat, hujan sejak semalam membawa banjir di Sunter. Perjalanan Kelapa Gading - Sunter yang jaraknya tidak lebih dari 1 KM dan biasa ditempuh 15 menit menjadi 2 jam! Banjir membuat mobil dan motor berhenti karena takut atau karena mogok. Jam sudah menunjukan pukul 11.00 ketika wartawan Tabloid Agrina Tri Mardi Rasa menelpon mengabarkan sudah tiba di Apartemen Mitra Sunter dan meminta maaf karena terlambat sejam. kata maaf berbalas maaf karena masih terjebak banjir dan kemacetan. Sejam waktu dihabiskan oleh Mardi duduk menunggu di lobby apartemen sebelum akhirnya wawancara dapat dimulai.

Agrina adalah tabloid agribisnis yang bermotto Inspirasi Agribisnis Indonesia terbit dwi mingguan dan beredar di Indonesia. Masih bersaudara dengan majalah Trobos, juga majalah yang meliput soal agribisnis. Ketertarikan mereka meliput Jotya Betta adalah karena terobosan yang dilakukan dalam melakukan pemasaran cupang. Tidak seperti umumnya peternak/penjual cupang yang ada di tanah air, mereka melihat Jotya Betta memiliki keunikan dengan strategi pemasaran melalui media internet yang diyakini akan meningkat penggunaannya di masa depan.

Pertanyaan yang diajukan sekitar latar belakang, pengalaman berbisnis cupang, dan kiat-kiat dalam pemasaran. Wawancara berlangsung sekitar 2 jam. Dan rencananya diterbitkan pada edisi mendatang.

Semoga dapat menginspirasi para peminat bisnis cupang di tanah air.
Archives News