<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5256079239104749292\x26blogName\x3dJotyabetta+News\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://jotyabettanews.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://jotyabettanews.blogspot.com/\x26vt\x3d-4981344487462079032', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Sunday, August 17, 2008
Perhelatan Kontes yang penuh Persahabatan, dan Kegembiraan















Kontes cupang seyogyanya adalah ajang untuk saling memamerkan puncak pencapaian pengembangan cupang hias yang dihasilkan atas upaya pembudidayaan yang telaten dan konsisten sehingga dicapai hasil berupa cupang yang indah dan menawan dan menjadi ajang bertemunya para pencinta cupang untuk bersilaturahmi dan saling tukar menukar informasi. Kontes cupang harus memiliki tujuan 3 F (Fish, Fun dan Friendship). Hal ini dibuktikan oleh Col Jesda Attavichit yang mengadakan kontes cupang berskala internasional di rumah beliau untuk yang kedua kalinya. Tidak perlu di tempat mewah dan mahal ber AC, dimanapun jadi termasuk di garasi rumah. Halaman rumahnya yang luas dapat menampung lebih dari 10 rak dengan jumlah aquarium 500 buah dan masih menyisakan tempat untuk parkir mobil dan tempat untuk meja dan kursi, dimana para peserta dapat duduk dan mengobrol. Kontes diadakan dengan kesederhanaan dan kegembiraan dilengkapi dengan pesta panggang barbeque. Tidak kurang dari 2 kg daging sapi, 5 ekor ayam dan sayuran serta ketan sebagai pengganti nasi, lengkaplah kebersamaan dan persahabatan diantara para penggemar cupang. Yang lebih mengesankan adalah ketika para tamu undangan dari beberapa negara termasuk saya sendiri diinapkan dirumahnya yang luas. Serasa betul rasa persaudaraan tercipta. Sungguh menyenangkan.








Pelajaran yang dapat diambil: Semoga kontes di Indonesia tidak melulu soal persaingan dan kemenangan, juga persahabatan (friendship) dan kegembiraan (fun) menjadi inti dan jiwa setiap kontes. Sehingga usai kontes kita bertambah sahabat, teman dan kegembiraan.




Chatuchak, pasar akhir pekan tempat berburu cupang di Bangkok, Thailand

Kalau ke Bangkok jangan lupa mampir ke Chatuchak/Jatujak atau JJ Weekend Market. Pasar akhir pekan yang sangat besar menyediakan beraneka kebutuhan. Saking besarnya mudah sekali tersesat dan tidak tahu arah, karena bentuk kios dan barang yang dijual hampir-hampir mirip. Ada satu bagian yang kudu dan wajib dikunjungi oleh pencinta cupang hias atau cupang laga, disana banyak sekali kios dan lapak penjual cupang, dari yang dijual partaian hingga eceran yang berkualitas. Banyak diantaranya penjual cupang yang sering dijumpai di Aquabid atau di internet dengan website-websitenya yang menarik. Bahkan banyak pula dari mereka sering mengikuti kontes-kontes baik lokal maupun internasional. Sebut saja Pichet atau Thon dari Interfish yang fotonya dapat dilihat disini.
Red Halfmoon menjadi Best of Show di Thai Open 2008



Sungguh elegan cupang HM merah milik Walet FC dari Indonesia, warnanya sangat merah dan siripnya mengembang sempurna dan proporsional. Pantaslah dia menyandang Grand Champion Thai Open 2008 pada tanggal 14 - 17 Agustus 2008 yang merupakan Kontes pembuka pada Show Circuit 2008-2009 yang diselenggarakan oleh IBC Chapter Area 6 yang meliputi Asia Tenggara, Australia dan Oceania. Peserta yang menjadi juara akan mendapatkan poin dari kontes yang masuk didalam sirkuit tersebut guna memperebutkan trophy Grand Champion of the Year 2008/09.

Cupang Halfmoon merah ini bersaing ketat dengan jagoan serit maskot milik Dr. Kawporn dari Thailand.

Dengan jumlah peserta lebih dari 300 ikan dari Thailand, Indonesia, Vietnam, Malaysia,

Philippines dan Singapore, kontes ini dijurii oleh Jesda Attavichit dari Thailand dan Joty Atmadjaja dari Indonesia. Kontes selanjutnya sebagai rangkaian sirkuit diselenggarakan di Manila, Phillippines tanggal 11-14 September 2008.
Wednesday, August 13, 2008
Trip ke Bangkok, Thailand
Diundang oleh Col. Jesda Attavichit, President Thailand Betta Club (TBC) untuk menjadi juri dalam kontes Thai Open 2008 tanggal 14-17 Agustus 2008 mewakili InBS sungguh sangat menggembirakan, karena pada saat yang sama bisa sekalian mencari stock indukan cupang, pakan, pernak-pernik kebutuhan cupang yang tidak ada di tanah air. Sekaligus membawa cupang dari Indonesia untuk dijual.
Dimulai tentunya dengan browsing diinternet mencari tiket murah sementara penginapan disediakan oleh panitia. Akhirnya diputuskan transit di Singapura karena kebetulan mendapatkan harga promosi di Tiger Airways untuk perjalanan Singapura - Bangkok. Dari Jakarta dengan Airasia ke Batam mendarat di Bandara Hang Nadim, dilanjutkan dengan taxi ke Batam Center untuk naik ferry Batam Fast ke Harbour Front, WTC, Singapore. Untuk pulangnya dipilih AirAsia yang langsung dari Bangkok ke Jakarta. Perjalanan yang panjang dan bertahap demi menghemat biaya perjalanan. Total biaya tiket sekitar Rp. 2,5 juta pp + fiskal Rp. 500.000
Tujuan pertama Singapura, beberapa buyer dihubungi apakah mereka membutuhkan sesuatu untuk dibawakan. Akhirnya didapat pesanan untuk 4 pasang serit dan 2 pasang Albimarginata. Dan dari Singapore kulakan Liquifry#1 produk dari Interpet yang stocknya sudah kosong. Sayang sekali distributornya hanya mempunyai sisa 1 box saja yang berisi 4 lusin yang mungkin hanya bisa bertahan 1-2 bulan penjualan. Apalagi pesanan dari teman-teman di tanah air cukup banyak. Ada yang baru dari product Liquifry #1 ini yakni kemasannya berubah lebih modern dari segi desainnya.
Dari Singapura menuju Bangkok pesawat mengalami keterlambatan setengah jam dan mendarat di bandara Surwanabumi Bangkok, bandara yang baru dan besar yang membutuhkan waktu 1,5 jam untuk berjalan dari pesawat, antri di loket imigrasi hingga pengambilan barang. Wow! Bangkok memang cepat berubah dibandingkan setahun lalu ketika terakhir datang kesana. Dijemput Col. Jesda di bandara akhirnya tiba dirumah mewah beliau ditengah-tengah kota Bangkok. Yang pertama ingin dilakukan adalah mandi air panas, setelah lelah perjalanan dari jam 4 pagi hingga jam 10 malam, lalu makan dan tidur. Apalagi kondisi tubuh sedang tidak sehat karena batuk dan flu.
Besok istirahat seharian dan menyiapkan diri untuk penjurian tanggal 15 Agustus 2008.
Sunday, August 3, 2008
Betta channoides, Cupang Asli Indonesia Kekayaan Alam Kalimantan










oleh Joty Atmadjaja

Kalimantan menyimpan kekayaan alam yang luar biasa bagi perkembangan cupang asli Indonesia. Pada tahun 1994 M. Kottelat dan P.K.L. Ng. mengidentifikasikan satu jenis cupang yang dinamakan Betta channoides, yang termasuk dalam grup albimarginata. Channoides merupakan salah satu cupang alam yang cukup populer karena warnanya yang menarik dan keberadaannya yang mudah didapat. Semaraknya cupang alam dalam percaturan cupang dunia saat ini tidak urung mengangkat nama Betta channoides. Banyak forum-forum cupang di dunia maya membahas cupang alam ini. Popularitasnya tidak kalah dengan Betta macrostoma andalan negara Brunei.

Nama Betta channoides berasal dari kata channa yang berarti kepala ular karena kepalanya yang menyerupai kepala ular. Jantan berwarna merah kecoklatan dengan adanya garis putih disiripnya, sementara betinanya berwarna lebih pucat. Cupang dewasa berukuran max. 5 cm (2 inch). Hidup di aliran sungai Mahakam, Kalimantan Timur pada air yang tenang kecoklatan karena pembusukan dedaunan kering dan akar pepohonan. Suhu optimum 24-27 derajat Celsius dengan pH 5-6 dan gH dibawah 1. Betta channoides dewasa hampir tidak dapat dibedakan dengan Betta albimarginata, sehingga sering membingungkan. Namun burayak keduanya berbeda sama-sekali. Burayak betta chanoides berwarna terang seperti burayak guppy sementara burayak betta albimarginata berwarna hitam.

Perawatan
Memelihara Betta chanoides sangatlah mudah. Mereka dapat hidup secara damai bersama-sama dalam satu aquarium. Untuk menyerupai habitatnya dialam, sebaiknya diberikan tanaman air dan bebatuan agar mereka nyaman dan tidak stress. Pergantian air sebagian dapat dilakukan setiap minggu untuk membersihkan kotorannya. Pakailah air rendaman ketapang untuk mengkondisikan air agar sesuai dengan pH yang disukainya. Mereka sangat toleran dengan kondisi air. Betta channoides dapat diberi makan pakan hidup maupun pakan buatan. Disarankan diberi pelet dengan kandungan protein tinggi karena dapat meningkatkan nafsu makan dan tidak mudah membawa penyakit. Selayaknya cupang alam lain, aquarium sebaiknya diberi tutup agar mereka tidak melompat keluar.

Pemijahan
Betta channoides dapat memijah dengan mudah, baik didalam aquarium bersama-sama maupun dalam aquarium pemijahan yang khusus disediakan. Ketika pemijahan berlangsung warna channoides akan semakin menarik. Seperti cupang lain pemijahan dilakukan antara channoides jantan dan betina dengan saling berpelukan melingkar. Si betina melepaskan telur dan langsung dibuahi oleh si jantan. Selayaknya jenis mouthbrooder, Betta channoides jantan akan mengerami telurnya di dalam mulutnya selama 12-14 hari sebelum, anak-anaknya dilepas dari mulutnya, jumlah burayak berkisar antara 3 – 40 ekor. Tidak seperti cupang hias splendens, indukan jantan dan betina channoides bisa bersama-sama memelihara anaknya tanpa dimakannya.

Kontes cupang
Dalam kontes-kontes cupang hias yang diselenggarakan oleh International betta Congress (IBC) Betta channoides dikelompokan dalam kategori wild betta – small mouthbrooder. Hampir selalu betta channoides mendapatkan juara dalam setiap keikutsertaannya karena penampilannya yang menarik dan warnanya yang atraktif. Seperti pada kontes di TMII, Jakarta pada tanggal 18-20 April 2008 yang lalu Betta channoides pun dapat menggondol juara 1 dan 2 dikategorinya.

Credit photo: Muty Pinuasty


(artikel ini dimuat di majalah Dfishes edisi 13, Juli - Agustus 2008)
Archives News