<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5256079239104749292\x26blogName\x3dJotyabetta+News\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://jotyabettanews.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://jotyabettanews.blogspot.com/\x26vt\x3d-4981344487462079032', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Sunday, September 14, 2008
Pertamakalinya Halfmoon Putih menjadi Best of Show




Perhelatan Kontes Internasional bertajuk Aquafiesta 2008 yang diselenggarakan oleh club cupang Asian Betta Alliance (ABA) The Phillipines di Manila pada tanggal 11 - 14 September 2008 mencetak suatu kejutan dengan dinobatkannya Halfmoon Putih white opaque menjadi Best of Show. Sangat jarang sekali bahkan mungkin baru pertama kalinya seekor cupang berwarna putih merajai suatu kontes. Memang kualitas dan penampilan cupang putih ini begitu prima sehingga telah memikat juri dan penonton sejak pertama kali diperlihatkan. Cupang putih milik Chatchai P dari Thailand memang sangat sempurna, dan sudah sangat jarang dijumpai. Chatchai berhak mendapatkan trophy bergilir Friendship Cup sebagai piala tertinggi Show Circuit di Area 6 IBC yang meliputi Asia Tenggara dan Australia. Serta berhak menggondol hadiah USD 1.000 yang disediakan oleh panitia.

Pada urutan ke dua tidak kalah menariknya adalah cupang serit copper yang sangat rapi dan benar-benar cantik.

Kontes ini diikuti oleh 325 ekor ikan dari Philippina, Thailand, Singapore, Indonesia dan Malaysia. Dengan juri Gary Ching (Phillipines), Yono Wijaya (Indonesia) dan Joty Atmadjaja (Indonesia)

(Photo credit title: Emerson Sy of The Phillipines)
Wednesday, September 3, 2008
Dua Minggu Terkritis dalam Kehidupan Cupang
-->

Oleh: Joty Atmadjaja


Pertanyaan yang sering muncul dari para pemula yang baru pertama kali memijahkan cupang adalah mengapa burayak sering mati di minggu-minggu pertama, mengapa indukan jantan memakan telur dan anaknya sendiri, bagaimana memberikan pakan pada burayak yang masih kecil-kecil, dstnya. Banyak pemula yang gagal melewati dua minggu pertama dalam masa perkembang biakan cupang, baik itu cupang hias, cupang adu maupun cupang alam. Sesungguhnya peternak berpengalaman pun tidaklah selalu sukses memijahkan cupang karena bagaimanapun cupang adalah mahluk hidup yang perkembangbiakannya diatur pula oleh campur tangan Yang Maha Kuasa. Seorang peternak cupang yang berpengalaman sudah dapat dikatakan berhasil apabila mencapai tingkat keberhasilan (SR = Success Rate) minimum 60%..

Namun untuk meningkatkan SR-nya, melalui percobaan yang terus menerus, diperolehlah beberapa hal-hal yang menjadi kunci sukses yang perlu diperhatikan dalam beternak cupang terutama dalam masa-masa kritis 2 minggu pertama kehidupannya yakni:


Indukan


Indukan memegang peranan penting dalam pemijahan baik induk jantan maupun induk betina. Pilihlah indukan yang sudah matang untuk berpijah yakni yang sudah cukup umur. Cupang memasuki masa produktif setelah berumur lebih dari 4 bulan, maka sebaiknya dipilih yang berumur 6 bulan yang sudah benar-benar matang. Induk jantan yang sehat, tidak cacat dan memiliki gen yang baik dan harus lebih besar daripada induk betinanya karena ketika memijah dia harus mampu menggulung betinanya agar proses pemijahan berlangsung sempurna. Jantan yang sehat akan dapat memproduksi sarang busa yang cukup untuk menempatkan telur-telurnya dan dapat bekerja keras naik turun aquarium merawat burayaknya setelah menetas. Induk betina harus yang sudah terlihat gemuk berisi telur dan siap memijah. Induk jantan akan memegang peranan penting dalam pemeliharaan burayak dalam masa kritis dua minggu pertama. Induk jantan yang baik adalah yang dapat merawat telur dan anak-anaknya. Induk jantan sebaiknya tetap berada bersama anak-anaknya selama dua minggu pertama tersebut sementara induk betina langsung diambil dari aquarium pemijahan segera setelah bertelur.

Air


Air sangat berpengaruh atas kelangsungan hidup burayak yang baru ditetaskan. Kondisi air harus stabil dan sesuai dengan habitat cupang hias. Parameter air seperti suhu, pH, dan kesadahan harus tetap terjaga dan tidak ada perubahan yang drastis. Suhu yang disarankan 24-26 derajat Celsius, pH 6,5 – 7,2 dan hardness 8,5 – 10 dH. Air juga harus bersih dari sisa-sisa makanan dan kotoran. Kadar amonia terlarut dalam air yang terdekomposisi menjadi nitrit dapat meningkat, apabila terdapat banyak kotoran sehingga akan menguruangi kadar oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh burayak. Bila kandungan nitrit melebihi 0,2mg/liter air akan membahayakan kehidupan cupang. Amonia yang tinggi juga dapat menjadi racun bagi ikan, maka usahakan dalam pemberian pakan burayak tidak berlebihan. Induk jantan juga berfungsi untuk dapat menghabiskan sisa makanan yang ada dalam aquarium, tetntunya dengan jumlah yang sesuai. Air dapat diganti sebagian setelah usia burayak 10 hari, dengan disiphon kotorannya dan diberikan air baru sebanyak air yang hilang.

Pakan


Burayak membutuhkan makanan yang sesuai dengan ukuran mulutnya, dan banyak kasus kematian burayak akibat kelaparan karena tidak tersedianya pakan yang cukup dan sesuai dengan kebutuhannya. Pakan yang baik tentunya adalah pakan yang hidup, namun jika tidak tersedia dapat diberikan pakan buatan berupa pelet. Pemberian pakan jangan berlebihan karena sisa makanan dapat menjadi busuk dan meracuni ikan. Pakan hidup yang umum diberikan adalah infusoria, microworm, vinegar eel, artemia, daphnia (kutu air). Atau dalam bentuk pakan buatan seperti kuning telur rebus, cairan liquifry #1 dan pelet khusus burayak. Yang harus diperhatikan adalah porsi makanan, sebaiknya pakan dapat dihabiskan oleh cupang dalam waktu dua menit dan diberikan dua kali sehari pagi dan sore.

Kondisi Lingkungan

Kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat tidak bersahabat karena sering berubah-ubah. Cuaca sangat berpengaruh terhadap kehidupan burayak. Perubahan suhu udara yang drastis berakibat pada perubahan suhu air dalam aquarium pemijahan. Burayak menghendaki suhu yang stabil karena masih sangat rentan. Hindarkan aquarium dari sengatan panas langsung dan hujan. Sebaiknya ditempatkan pada ruangan yang jauh dari perubahan cuaca luar.

Gangguan Luar

Pasa saat pemijahan sebaiknya aquarium pemijahan ditutup, baik disamping didinding aquarium maupun diatasnya dengan mempergunakan kertas koran atau penutup lainnya. Induk cupang akan stress apabila ada gangguan dari luar seperti lalu lalang orang, tikus, kucing bahkan juga pemilik cupang yang bersangkutan, terutama pemula yang sangat ingin tahu perkembangan pemijahan, seringkali melihat-lihat ikannya sehingga secara tidak sadar membuat induk jantan terganggu. Akibatnya cupang induk jantan dapat memakan anaknya dalam upaya melindunginya.

Penggunaan kolam pendederan

Kolam pendederan yang lebih luas dapat membantu untuk pertumbuhan burayak sehingga lebih cepat besar. Burayakan dapat dipindahkan ke kolam pendederan pada umur tujuh hari. Kolam pendederan juga memberikan kesempatan untuk cupang dapat menikmati ruang gerak yang lebih luas. Yang perlu diperhatikan adalah parameter air antara aquarium pemijahan dan kolam pendederan sebaiknya sama, agar perubahan lingkungan tidak menyebabkan kematian pada burayak. Induk jantan dapat dipindahkan sekalian ke dalam kolam pendederan hingga usia burayak dua minggu.

Demikian tip-tip pemeliharaan burayak cupang dalam melewati usia kritis dua minggu pertama dalam kehidupannya. Semoga berguna dan sukses dalam beternak cupang.
(Artikel ini dimuat di majalah Dfishes edisi 14 September 2008)

Mengenal Istilah-Istilah dalam Penamaan Guppy
Oleh: Joty Atmadjaja

Sering kali bagi pemula yang baru mengenal guppy (Poecillia reticulata) bingung membaca istilah-istilah seperti RREA, Ribbon, Swallow, Lace, Tuxedo dan masih banyak lagi. Istilah-istilah ini umum dipakai dalam komunitas penghobby guppy namun tidak semua pedagang ikan hias yang menjual guppy memahaminya mengapa istilah tersebut diberikan, sehingga penghobby guppy pemula tidak mendapatkan penjelasan yang tepat.

Guppy yang berasal dari Amerika Selatan berkembang sangat pesat sehingga dihasilkan lebih dari 300 jenis strain guppy baik yang berasal dari alam, maupun hasil hibrid para pencinta guppy. Bisa dibayangkan bagaimana membedakan satu dengan lainnya. Umumnya strain guppy dihasilkan dari adanya perbedaan warna, corak, dan bentuk sirip. Variasinya cukup banyak sehingga memunculkan istilah-istilah yang berkaitan dengan ketiga hal tersebut.

Istilah Warna Guppy

Warna guppy dapat dibedakan dari warna mata, warna tubuh bagian depan, warna tubuh bagian belakang, warna sirip ekor (caudal), sirip punggung (dorsal) dan warna kombinasinya. Istilah - istilah yang umum diberikan adalah:

Real Red Eye Albino (RREA): Guppy bermata merah atau albino sejati, yakni guppy yang kehilangan seluruh pigmen warna hitam (melanin/melanophore) dalam tubuhnya, sehingga memiliki mata merah yang dapat diturunkan, artinya ketika dikawinkan akan menghasilkan anakan yang seluruhnya berwarna mata merah dan berwarna tubuh lebih terang (albino).

Wine Red Eye Albino (WREA): Guppy berwarna mata merah anggur atau merah gelap, yakni guppy yang kehilangan sebagian pigmen warna hitam dalam tubuhnya, sehingga warna matanya merah kegelapan, tidak seperti kebanyakan albino yang matanya berwarna merah cerah. Guppy ini sering dinamakan pula Ruby Eye Albino atau lutino.

Blond (blonde): Guppy disebut blond (atau blonde) karena adanya gen warna blond atau bule ditubuhnya. Istilah blond dipakai di Eropa sementara di Asia/Amerika biasa disebut gold (emas). Warna tubuh guppy ini berwarna cerah atau terang, namun karena bukan albino maka warna matanya tetap hitam, terkadang orang menyebutnya albino mata hitam, yang sebenarnya tidaklah tepat, karena guppy ini tidak memiliki gen albino sama sekali.

Platinum/metalic: guppy yang memiliki sisik dibagian depan tubuhnya (upper body) berwarna platinum atau perak metalik (irridescent).

Japan Blue atau Aquamarine: Guppy Japan Blue diperkirakan berasal dari populasi guppy liar di Jepang. Karakteristik jenis ini adalah adanya warna biru langit dipinggang guppy jantan, karena pengaruh gen lain warnanya dapat bervariasi dari ungu ke turquoise. Perkembangan terbaru dari jenis Japan Blue adalah Lazuli umumnya memiliki warna kepala dan pangkal ekor biru.
Tuxedo: Disebut juga Half Black atau Nigrocaudatus. Guppy yang memiliki warna gelap ditubuh bagian belakang (pinggang) seperti warna hitam dan biru, namun tingkat coverage nya berbeda-beda. Umumnya menutupi separuh badan bagian belakang guppy. Gen tuxedo selain memberikan pengaruh pewarnaan, juga memberikan pengaruh pada ukuran sirip. Tuxedo cenderung memiliki sirip yang lebih besar.

Moscow: adalah guppy yang seluruh tubuh berwarna perak metalik hingga biru tua mendekati hitam. Intensitas warnanya sangat tergantung pada mood guppy yang bersangkutan.

Pink White: Karakteristik jenis guppy ini adalah warna putih pink dipangkal ekor. Jenis ini baru saja diidentifikasi dengan sumber yang tidak diketahui asalnya. Warnanya bervariasi dari pink ke putih. Varian yang awal memiliki warna ekor dengan semburat merah, namun saat ini lebih banyak dijumpai dengan warna solid terang seperti biru dan putih.

Coral: Guppy ini memiliki warna dada jingga kemerahan berkilauan yang dapat melebar hingga seluruh bagian depan badan guppy. Umumnya terintegrasi pada guppy jantan yang berwarna merah atau biru untuk memperbaiki tampilan seluruh warna tubuh. Di Jerman coral yang berwarna biru muda dikenal dengan nama Neon. Karena itu dikenal ada dua warna pada jenis coral ini yakni Red Coral dan Blue coral.

Santa Maria: Guppy jantan yang memiliki warna metalik kebiruan mulai dari tubuh bagian depan hingga pangkal ekor.

Tiger: guppy yang memiliki warna tubuh kekuningan dengan sisik-sisik yang kehitaman, sehingga menyerupai warna kulit macan. Di Eropa guppy sejenis dinamakan gold sementara di AS disebut bronze.

Pingu/Pink: Guppy yang memiliki warna tubuh pink terutama disekitar pangkal ekor. Dinamakan pingu oleh peternak guppy AS, David Liebman pada akhir tahun 1970an sebagai trade mark guppy pink hasil kreasinya.

Istilah Corak Guppy

Vienna Emerald: merupakan salah satu strain guppy yang tertua, dicirikan dengan adanya kombinasi antara noktah berwarna-warni dan garis berlatar warna hijau dekat pangkal ekor guppy jantan. Sirip ekornya berbentuk pedang (sword)

Cobra: Guppy yang memiliki corak seperti kulit ular (snakeskin) pada seluruh tubuh jantan yang berwarna kombinasi hitam, putih atau kuning. Sangat banyak guppy yang bercorak cobra karena corak inilah yang sejak pertama kali sudah dapat diidentifikasi. Karena sangat mudah disilangkan, corak cobra ini dapat pula ditemui pada guppy betinanya.

Lace: Perubahan gen yang umum dijumpai pada jenis cobra adalah yang dikenal sebagai lace. Gen lace memiliki corak yang lebih halus dan komplek dibandingkan cobra/snakeskin.

Mozaic: memperlihatkan corak atau pola garis bergelombang pada sirip guppy. Karakteristiknya pola warna biru di pangkal ekor dan memanjang ke arah sirip ekor. Polanya selalu mempunyai susunan yang beraturan antara biru dengan kuning atau biru tua dengan merah. Untuk mempertahankan gen mozaic tidaklah mudah, dia harus disilangkan dengan gen lain agar dihasilkan gen mozaic yang bercorak cantik.

Galaxy: Corak yang dipengaruhi oleh gen cobra/snakeskin dan metalik, mirip dengan medusa tetapi tidak sama. Medusa merupakan perkembangan awal dari galaxy.

Grass/Glass: Guppy grass memiliki corak sirip ekor dan sirip punggung yang berupa noktah-noktah berupa titik atau pisau halus serupa rumput berwarna hitam atau biru gelap yang merupakan perkembangan dari mozaic. Bentuk noktah grass ternyata memberikan perbedaan warna, grass bercorak pisau halus muncul pada red grass sementara corak noktah titik pada blue grass. Namun saat ini baik red grass maupun blue grass memiliki corak noktah titik halus. Pada awal kemunculan grass warna sirip punggungnya transparant sehingga sering disebut pula glass.

Leopard: dicirikan dengan adanya noktah tebal yang tersebar acak pada siripnya berwarna biru gelap hingga hitam. Kemungkinan gen varietas ini merupakan perkembangan dari mozaic namun dapat dijumpai pula pada silangan jenis cobra dengan jenis guppy berwarna polos. Saat ini jenis ini tidaklah terlalu banyak karena kurang begitu disukai oleh para hobbies

Istilah Sirip Guppy

Ribbon: Guppy yang memiliki sirip yang memanjang dibawah perutnya. Gen ribbon sangat dominan namun guppy ribbon jantan sulit memijah karena terhalang adanya sirip memanjang ini.

Swallow: Guppy yang memiliki semua atau sebagian siripnya memanjang baik sama atau berbeda-beda panjangnya. Tidak seperti pada ribbon yang sirip ekornya sedikit memanjang, sirip ekor swallow dapat memanjang hingga dua kali ukuran normal.

Lyre tail: Guppy yang memiliki ekor yang belah ditengah. Bentuk ekor seperti ini umumnya dijumpai pada guppy snakeskin/cobra.

Sword tail: Guppy yang memiliki ekor yang berbentuk pedang memanjang. Terdapat tiga jenis yaitu: top sword (pedang diatas), bottom sword (pedang dibawah) dan double sword (pedang diatas dan dibawah)

Delta tail: Guppy yang memiliki bentuk ekor segitiga yang lebar. Jenis ini yang paling umum dijumpai dan sangat populer.

Spade tail: Guppy yang memiliki ekor berbentuk sekop.

Pin tail: guppy yang memiliki ekor berbentuk jarum yang memanjang ditengah ekor.

Crown tail: Guppy yang memiliki ekor pecah-pecah menyerupai sisir diujungnya yang merupakan perpanjangan tulang ekor, merupakan variasi terbaru dari guppy. Penamaan ini mengacu kepada penamaan cupang serit.
Masih banyak lagi istilah-istilah pada guppy terutama menyangkut genetikanya yang umumnya dipakai oleh pada peternak guppy yang serius. Semoga dapat dibahas dalam topik lain yang lebih mendalam dan lebih menarik pada kesempatan lain.

(Artikel ini dimuat di majalah Dfishes edisi 14 September 2008 disertai foto-fotonya)
Archives News